• Jumat, 12 Agustus 2022

Waspada Fenomena Bulan Hitam di Indonesia pada Akhir Mei 2022, Begini Penjelasannya

- Selasa, 31 Mei 2022 | 11:52 WIB
Logopit_1653972672295[1]
Logopit_1653972672295[1]

Tutwuri.id - Waspada adanya fenomena Bulan hitam di Indonesia pada akhir Mei 2022. Lantas apakah yang di maksud dengan fenomena bulan hitam tersebut? Seperti yang disampaikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bahwa fenomena bulan hitam akan dapat kita saksikan pada akhir Mei 2022 di Indonesia. Ternyata, menurut Peneliti di Pusat Riset Antariksa BRIN yaitu Andi Pangerang, fenomena bulan hitam yang terjadi itu dapat menyebabkan naiknya pasang laut. "Sebagaimana fase bulan baru pada umumnya, bulan hitam dapat mengakibatkan naiknya pasang laut dibandingkan hari-hari lainnya ketika konfigurasi Bumi-Bulan_Matahari tidak segarisjika diamati dari atas kutub," ujar Andi dalam keterangannya. Baca juga: Pernah Ada Sungai hingga Danau, Peneliti Ungkap Alasan Planet Mars Menjadi Kering Dengan adanya hal tersebut, maka Andi Pangerang menghimbau agar masyarakat tidak melaut pada saat air laut sedang pasang. Dia menambahkan fase bulan baru keenam pada 2022 terjadi pada akhir Mei pukul 11.30.08 Universal Time (UT). Karena untuk wilayah Eropa bagian Timur, Indonesia, hingga kepulauan Line baru akan mengalami bulan hitam di akhir bulan Mei mendatang. Andi Pangerang juga menjelaskan mengenai adanya 4 definisi bulan hitam yang berbeda. Pertama, bulan hitam merupakan fase bulan baru yang kedua dalam satu bulan Masehi. Dan fenomena tersebut seringkali terjadi, karena berlangsung periodik dengan periode 29 bulan. Yang kedua, bulan hitam merupakan sebuah fase bulan baru ketiga dalam musim astronomis yang mengandung 4 fase bulan baru. Dimana fenomena tersebut terjadi setiap 33 bulan. Definisi yang ketiga, yaitu bulan hitam merupakan fenomena yang tidak terdapat fase bulan baru di bulan Februari. Fenomena itu terjadi 19 tahun sekali. Selanjutnya definisi bulan hitam yang terakhir adalah fase bulan purnama di bulan Februari. Dan fenomena tersebut terjadi setiap 19 tahun sekali. Fenomena bulan hitam tersebut terjadi berbeda-beda di setiap tempat dikarenakan zona waktu yang digunakan berbeda pada setiap tempat. Jatuhnya fase bulan baru pun untuk setiap lunasi juga berbeda. Sehingga ada beberapa wilayah yang mengalami bulan hitam tripel. Ada juga wilayah yang mengalami bulan hitam ganda dan ada juga wilayah yang hanya mengalami bulan hitam sekali saja. Baca juga: Teleskop Hubble Milik NASA Berhasil Tangkap Gambar Komet Terbesar, Segini Ukurannya Secara kasat mata, bulan hitam juga memang tidak dapat dilihat akibat konfigurasi Bumi-Bulan-Matahari yang terlihat pada satu garis lurus yang jika diamati dari atas kutub. Sehingga menyebabkan permukaan bulan yang menghadap Bumi tidak terkena cahaya Matahari dan bulan. Bulan hitam sebagai bulan baru kedua di bulan Masehi sebelumnya juga pernah terjadi di Indonesia yaitu pada tanggal 31 Oktober 2016 dan 30 Agustus 2019 silam. Setelah itu kembali terjadi pada 31 Desember 2024 dan 30 September 2027 mendatang. Selain itu, bulan hitam sebagai bulan baru ketiga pada musim astronomis yang mengandung 4 fase bulan baru pernah terjadi di Indonesia pada 22 Agustus 2017 dan 19 Agustus 2020 lalu.

Editor: Nuril Maulidiyah

Tags

Terkini

X