• Rabu, 5 Oktober 2022

Masuk Zona Merah, Pemkot Palembang Batalkan Rencana PTM Tatap Muka Pada Bulan Juli Ini

- Senin, 5 Juli 2021 | 21:41 WIB
Pemkot Palembang Batalkan Rencana PTM Bulan Juli
Pemkot Palembang Batalkan Rencana PTM Bulan Juli

Tutwuri.id - Pemkot Palembang, Sumatera Selatan membatalkan rencana Pembekajaran Tatap Muka (PTM) yang sebelumnya dianggendakan pada bulan Juli ini. Harnojoyo selaku Wali Kota Palembang menegaskan keputusan tersebut diambil lantaran wilayah Palembang masih masuk dalam Zona merah penyebaran pandemi Covid-19 yang kembali mengalami lonjakan. "Hari ini bersama semua unsur terkait kita memutuskan sekolah tatap muka tidak diperkenankan dilaksanakan. Mengingat Palembang masih zona merah (COVID-19) dan kasusnya meningkat," ucap Harnojoyo dikutip dari detik.com. Bavca Juga: 7 Provinsi Darurat PPKM, Kemendikbud: Sekolah Wajib Siapkan Opsi PTM Terbatas dan PJJ Daring Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tak mau mengambil resiko dengan menggelar PTM saat penyebaran Corona masih tinggu. Pihaknya juga memaparkan bahwa lonjakan penyebaran ini membuat kapasitas pasien rumah sakit hingga 70 persen. Guna mencegah penyebaran, pihaknya akan terus menggenjot program vaksinasi bagi para pelajar agar kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat segera digelar kembali. "Anak-anak sekolah harus divaksinasi dulu. Kita sudah ada vaksin untuk umur 12 tahun sampai 17 tahun. Tentunya ke depannya akan kita vaksinasi secepatnya seluruh anak," tegasnya. Ditemui dalam kesempatan yang berbeda, Fauziah selaku Plt Kepala Dinas Kesehatan Palembang menyebutkan bahwa program vaksinasi para pelajar sudah mulai dijalankan sejak 2 Juli 2021. Pihaknya juga menyebut bahwa program ini akan digencarkan dan akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan wilayah setempat. Baca Juga: Dapat Beasiswa dan Uang Saku Belajar di Jepang, Langsung Daftar Ikut Program Ini Hingga saat ini, di beberapa wilayah masih belum menggelar PTM lantaran penyebaran pandemi yang terus meningkat. Pemerintah juga melakukan PPKM serentak yang dilaksanakan di 7 Provinsi di Jawa Bali sebagai upaya menghentikan alur penyebaran.

Editor: Arindi

Tags

Terkini

X