Tutwuri.id
News and Edutainment

BMKG-BPPT Jalin Kerja Sama Kembangkan Teknologi Hujan Buatan

Tutwuri.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), menjalin kerja sama dalam mengembangkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) berbasis kecerdasan buatan yaitu SMART TMC. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) BMKG bersama Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT.

Pengembangan ini dilakukan untuk proses pencegahan dan penanggulangan terhadap bencana kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah di Indonesia tiap tahun. Proses TMC atau yang umumnya dikenal sebagai hujan buatan ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, dengan melakukan penyemaian garam atau NaCL (Natrium Klorida) pada potensi awan hujan sebagai objek.

Pada proses pengembangan ini, BMKG akan memberikan informasi big data cuaca dan model prediksi cuaca untuk peningkatan efektivitas teknologi modifikasi cuaca berbasis kecerdasan buatan, seperti data-data hotspot yang muncul dan dampak yang ditimbulkan kepada kebakaran hutan dan lahan dan kekeringan.

Deputi Klimatologi BMKG Drs. Herizal, M.Si menjelaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya baru-baru ini, tetapi sudah berlangsung lama. Ia menjelaskan dengan peningkatan pengetahuan teknologi melalui pemanfaatan big data cuaca dan model prediksi cuaca ini, maka TMC ini bisa dilaksakan lebih efektif dalam upaya mitigasi dan penanganan cuaca seperti karhutla dan kekeringan.

“Kerja sama ini efektivitasnya ke depan akan semakin baik. Ini juga meningkatkan kebutuhan tentang potensi tadi,” ujar Herizal dikutip dari keterangan resmi. “Kita berharap bagaimana ini diakar-rumputkan dan sama-sama berfikir bahwa pengetahuan kita diakar-rumputkan sehingga apa yang kita ketahui bisa bermanfaat,” imbuhnya.

Herizal berharap melalui kerja sama ini bisa segera dimulai pada tahun depan. Sebelum musim kemarau BMKG dan BPPT bisa menjalankan program ini, sehingga bisa mencegah terjadinya karhutla. “Hal ini bukan hanya masalah sosial ekonomi dan lingkungan tapi juga hubungan antar negara. Mari kita bekerja sama untuk meningkatkan teknologi sehingga sumber daya kita bisa bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis dwi
Berita Lainnya