Tutwuri.id
News and Edutainment

Sepekan Terakhir Karhutla Berkurang, Presiden Jokowi Berikan Apresiasi

Tutwuri.id – Tim Manggala Agni, yang terdiri dari jajaran TNI dan POLRI, BPPT dan BMKG, BNPB, serta BPBD dan Masyarakat Peduli Api di Sumatera dan Kalimantan dalam memadan kebakaran hutan dan lahan, mendapatkan pujian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Upaya mereka yang dinilainya kini telah menunjukkan hasil yang signifikan.

Presiden Jokowi melalui fan page facebooknya yang diunggah beberapa saat lalu, menulis bahwa berbagai usaha telah mereka tempuh untuk memadamkan api. Melalui udara, ada 45 pesawat atau helikopter dikerahkan menyemai lebih 200 ton garam untuk mempercepat pertumbuhan awan sehingga turun hujan dan melakukan upaya waterbombing di seluruh kawasan yang terbakar. Di darat, petugas dan relawan berjibaku memadamkan api langsung di hutan-hutan gambut.

“Alhamdulillah, sepekan terakhir, kebakaran hutan dan lahan telah berkurang jauh,” pungkas Presiden Jokowi.

Kondisi Udara Membaik

Mengutip data citra satelit Modis-catalog LAPAN pada Senin (30/9), pukul 18.00 WIB menunjukkan kualitas udara membaik seiring dengan turunnya jumlah titik panas (hot spot) di Sumatera dan Kalimantan. Titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) cenderung turun seperti di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Masih banyak titik panas di Kalimantan Selatan. Namun demikian, kualitas udara yang diukur dengan PM 2,5 menunjukkan tingkat ‘baik.’

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo dalam siaran persnya Selasa (1/10) lalu mengatakan bahwa data terakhir (30/9) mencatat titik panas berjumlah 673. Titik panas tertinggi teridentifikasi di Kalimantan Selatan dengan 141 titik, Kalimantan Tengah 63, Sumatera Selatan 63 dan Jambi 15, sedangkan Riau dan Kalimantam Barat tidak terdeteksi adanya hot spot.

Lebih lanjut, menurut BNPB, Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) terus berlangsung baik di Sumatera maupun di Kalimantan. Pada hari Senin dikerahkan 2 pesawat di Sumatera dan 2 Pesawat di Kalim dengan total garam yang ditabur sejumlah 9.600 kg.

“Hasilnya hujan turun di  sebagian besar wilayah Riau (Indragiri Hulu, Dumai, Pelalawan, Kuansing, Indragiri Hilir, Siak, Rokan Hulu dan Rokan Hilir), Jambi (Merangin, Sarolangin), Kalbar (Pontianak, Singkawang, Sintang, Melawi), Kalsel (HST, HSS), dan Kalteng (Palangkaraya, Barito Selatan dan Lamandau),” kata Agus.

Kecenderungan titik panas, lanjut Agus, yang turun harus terus dipertahankan sehingga masyarakat dapat menghirup udara sehat dan beraktivitas di luar rumah. Hujan yang turun secara optimal dapat dimanfaatkan untuk membasahi gambut dengan sekat kanal dan embung.

“Gambut perlu dikembalikan ke kodratnya yaitu basah dan berair sehingga tidak mudah terbakar,” pungkasnya.

Penulis Ali
Berita Lainnya