Tutwuri.id
News and Edutainment

Kawasan Nuklir Bandung akan Dijadikan Tujuan Wisata Teknologi

Tutwuri.id – Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang berlokasi di Jalan Tamansari, Bandung, tak lama lagi akan dijadikan tujuan wisata teknologi. Ditargetkan, wisata teknologi ini akan di-launching pada 30 Oktober mendatang, bersamaan dengan rangkaian perhelatan gelar teknologi yang mengundang masyarakat Kota Bandung.

“Kami akan mengundang masyarakat untuk datang kesini, harapannya Wali Kota Bandung dapat meresmikan wisata teknologi ini,” ungkap Kepala PSTNT BATAN, Jupiter Sitorus Pane, dikutip dari keterangan resmi.

Untuk berwisata teknologi ke Kawasan Nuklir Bandung, lanjut Jupiter, nantinya wisatawan tidak dipungut biaya alias gratis. Namun Jupiter menegaskan, berwisata ke kawasan nuklir sangat memperhatikan faktor keselamatan dan keamanan yang ketat.

Pengunjung yang ingin melihat langsung fasilitas reaktor nuklir disyaratkan berusia 18 tahun keatas. Sedangkan bagi pengunjung berusia 18 tahun kebawah, dapat berkunjung ke ruang pameran yang nantinya akan diisi representasi dari fasilitas Kawasan Nuklir Bandung.

Menurut Jupiter, Bandung adalah kota yang unik karena memiliki Reaktor Triga 2000 yang telah beroperasi selama 54 tahun dengan aman dan selamat. “Tujuannya adalah mengenalkan masyarakat Bandung kepada teknologi nuklir. Dari Bandung inilah dimulai era nuklir di Indonesia,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, wisata teknologi sangat potensial untuk menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Bandung. Pihaknya akan berupaya mempromosikan Kecamatan Coblong sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

“Saya rasa Kecamatan Coblong ini lengkap, disini ada Institut Teknologi Bandung (ITB), BATAN, Forest Walk, Kebun Binatang dan sebagainya. Kami akan membuat satu jalur titik wisata disini, sehingga kawasan ini menjadi kawasan wisata yang komprehensif,” katanya.

Pihaknya juga akan menggandeng industri pariwisata, diantaranya tour operator dan hotel-hotel di sekitar Coblong agar dapat menyediakan paket-paket wisata menarik dengan harga kompetitif. Selain itu menurutnya, partisipasi masyarakat Coblong sangat penting agar wisata teknologi dapat berkelanjutan.

“Pemkot akan bantu BATAN untuk pendampingan promosi, kalau target pemasarannya sudah jelas, misalnya masyarakat usia 18 tahun keatas, tentu pemasarannya harus disesuaikan dengan generasi milenial. Kalau BATAN bisa membuat kawasan teknologi nuklir ini interaktif dan mudah dipahami, insya Allah target 200 hingga 300 orang yang berkunjung kesini pada minggu-minggu pertama setelah di-launching bisa tercapai,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan adanya wisata teknologi akan semakin menambah pilihan destinasi wisata di Kota Bandung. “Kita punya banyak bangunan lama yang dijadikan cagar budaya, kemudian wisata edukasi seperti ITB, nah kalau wisata teknologi saya rasa baru BATAN. Kalau di Semarang ada Kota Lama Semarang, saat ini kami sedang mengusulkan agar Bandung menjadi Kota Pusaka, sehingga menambah image positif masyarakat terhadap kota Bandung,” pungkasnya.

Penulis dwi
Berita Lainnya