Tutwuri.id
News and Edutainment

Peringati Hari Anak Internasional, SMP di Surabaya Laksanakan Belajar di Luar Kelas

Tutwuri.id – Dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional, beberapa SMP di Surabaya melaksanakan kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas atau Outdoor Classroom Day (OCDay), di antaranya SMP Negeri 23, SMP Negeri 51, SMP Negeri 52, dan SMP Negeri 53, Kamis pagi (07/11/2019).

Kepala SMP Negeri 23 Surabaya Laili Fadila menuturkan, kegiatan ini selaras dengan Konvensi Hak Anak dan UU tentang Perlindungan Anak yang mengamanatkan negara untuk memenuhi, menjamin, dan melindung hak anak, dan memastikan bahwa satuan pendidikan mampu mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak bertanggung jawab kepada kehidupan yang toleran, saling menghormati, dan bekerja sama untuk kemajuan dan semangat perdamaian.

“Kegiatan OCDay dilaksanakan kurang lebih 90 menit dengan beragam kegiatan dan aktivitas yang dapat mengeksplor kreativitas anak-anak,” tuturnya.

Lebih lanjut Laili menambahkan, Sehari Belajar di Luar Kelas di Indonesia dimulai sejak tahun 2017. Kegiatan ini dilaksanakan serentak oleh satuan pendidikan tingkat PAUD, TK/RA/ SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, dan SLB di seluruh Indonesia pada tanggal 7 November 2019. Sekolah-sekolah melakukan proses pembelajaran di luar kelas. Hal ini agar proses pembelajaran bagi anak menjadi menyenangkan dan tidak membosankan, juga bisa meningkatkan kemandirian serta kreativitas mereka.

Sementara itu, Ketua Apresiasi Inovasi Sekolah Ramah Anak (AISRA) SMP Negeri 23 Surabaya Siti Halimah menjelaskan, OCDay ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang mendukung Sekolah Ramah Anak (SRA). Metode pembelajaran kegiatan OCDay mengusung berbagai tema di antaranya, adaptasi perubahan iklim (climate change), perilaku hidup bersih dan sehat, sarapan setiap hari, pendidikan karakter, cinta tanah air, dan pelestarian permainan tradisional.

“Setelah sarapan pagi bersama, para siswa melakukan kegiatan literasi dengan membuat resume dari buku yang dibaca, kemudian bermain dengan permainan tradisional. Ada bola bekel, hompimpah, gobak sodor, balap terompah panjang, dan balap egrang,” jelas Halimah.

Usai mengikuti kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas, Artanindia Lailatul Amalia, Kelas VIII-F, mengungkapkan rasa senangnya bahwa kegiatan ini merupakan salah satu pembelajaran terhindar dari kejenuhan, kebosanan, dan menghilangkan persepsi belajar hanya di dalam kelas.

“Asyiik! Belajar tak perlu melulu dilakukan di dalam kelas. Di luar kelas, seperti di tempat-tempat terbuka bisa saling berinteraksi, tidak jenuh, dan bisa mengembangkan kreativitas,” ungkap siswi yang juga Wakil Ketua OSIS SMP Negeri 23 Surabaya.

Penulis ali