Tutwuri.id
News and Edutainment

Hidup Sederhana, Orang Tua Bupati Timor Tengah Utara Raih Penghargaan

Tutwuri.id – Sebagai wujud apresiasi kepada para sosok yang telah berkontribusi dalam kemajuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbd) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) menyelenggarakan malam Apresiasi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (06/11/2019) malam.

Tema kegiatan Apresiasi PAUD dan Pendidikan Keluarga tahun ini yakni “Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Anak Usia Dini dan Pelibatan Keluarga”. Rangkaian kegiatan, yaitu, pemberian penghargaan kepada Bunda PAUD, Orang Tua Hebat, pemenang Lomba Jurnalistik, Blog, dan Vlog Pendidikan Keluarga, Lomba Film Pendek Anak dan Remaja, Sekolah Sahabat Keluarga, Mitra Sahabat Keluarga, serta beberapa penguatan program pendidikan keluarga kepada para peserta.

Yakobus Manue Fernandez dan Margaretha Hati Manhitu misalnya, menerima penghargaan sebagai orang tua hebat. Apresiasi ini diberikan berkat jasa kedua orang tua yang berlatar belakang petani tetapi sukses menjadikan anak kandungnya, Raymundus Sau Fernandez, sebagai Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hal ini menjadi inspirasi bagi orang tua lainnya untuk memperhatikan pola asuh anak sejak dini.

Meskipun anaknya sudah menjadi Bupati TTU selama dua periode, kedua orang tua ini hidup sederhana. Yakobus dan Margaretha masih menjadi petani dan pedagang hasil bumi di pasar tradisional di daerahnya. Dari penjualan ternak maupun hasil pertanian, kedua orang tua ini masih memberikan uang bulanan kepada anaknya yang sukses menjadi Bupati.

Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Harris Iskandar memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berperan aktif dalam memajukan pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat.

“Saya ucapkan selamat, terima kasih, dan penghargaan yang tinggi kepada para pegiat, tokoh inspirator, dan pemenang lomba kreativitas PAUD dan pendidikan keluarga. Para Orang Tua Hebat yang dengan keterbatasannya, yaitu ada yang bekerja sebagai tukang becak, tukang jahit, sopir truk, buruh bangunan, dan profesi lainnya, namun dengan perjuangan kerasnya telah berhasil mengantarkan anaknya hingga mencapai pendidikan dan kesuksesan tertinggi,” terangnya dalam keterangan resmi.

Pendidikan sebagai eskalator dalam memajukan bangsa, lanjut Harris, menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. “Beban pendidikan harus dipikul bersama secara gotong-royong antara pemerintah, masyarakat, tentu para orang tua, dan semua pemangku kepentingan. Dengan cara gotong royong, insyaallah semua permasalahan pendidikan akan terselesaikan dalam waktu yang lebih cepat. Pada kesempatan ini saya mengajak kepada semua komponen bangsa, mari kita kontribusikan tenaga, pikiran, dan potensi kita untuk kemajuan pendidikan, untuk kemajuan bangsa ini,” ujarnya.

Termasuk orang tua, tambah Harris, orang tua seharusnya tidak menyerahkan sepenuhnya urusan pendidikan pada sekolah, tetapi ikut serta dalam mendidik anak. Termasuk meningkatkan kemampuan oranga tua dalam mengembangkan pendidikan anak yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.

“Anak sekarang cenderung tidak bisa fokus, sedikit narsisme sehingga hal ini memberikan tantangan sendiri bagi kita. Kita memerlukan beberapa strategi pengasuhan yang baik. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua harus terus meningkatkan kemampuan dan terus belajar bagaimana mengasuh dan mengembangkan anak,” tandasnya.

Berita Lainnya