Tutwuri.id
News and Edutainment

Sambut Piala Dunia U20, PSSI Ajak Masyarakat Jadi Pendukung yang Sportif

Tutwuri.id – Persatuan Sepak Bola Suluruh Indonesia (PSSI) mengajak masyarakat Indonesia untuk menyiapkan diri menjadi pendukung yang sportif dalam menyambut Piala Dunia U20 ketika Indonesia menjadi tuan rumah.

“Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20, masyarakat harus menyiapkan diri termasuk dari sisi mentalnya agar menjadi pendukung yang sportif,” kata Ketua Banding Pemilihan PSSI Irjen Pol (Purn) Erwin TPL Tobing di Jakarta, Rabu (06/11/2019).

Untuk persiapan Piala Dunia U20 2021, Indonesia sudah menyiapkan 10 stadion. Delapan di antaranya terletak di Pulau Jawa, yaitu Gelora Bung Karno (Jakarta), Pakansari (Bogor), Manahan (Solo), Mandala Krida (Yogyakarta), Wibawa Mukti (Cikarang), Patriot (Bekasi), Jalak Harupat (Bandung), hingga Gelora Bung Tomo (Surabaya). Dua lainnya adalah Stadion I Wayan Dipta (Bali) dan Jakabaring (Palembang).

“Selain persiapan fisik dan infrastruktur, kita harus terbiasa sportif menyampaikan kritik sesuai prosedur, jika misalnya tidak puas pada hasil pertandingan atau pada wasit jangan merespon secara negatif,” katanya.

Pihaknya mengkhawatirkan reaksi negatif dari seorang pejabat daerah yakni Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran yang melempar botol minuman saat menyaksikan pertandingan sepak bola.

Peristiwa yang terjadi di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Jumat (1/11) malam itu sangat disesalkan karena semestinya pemimpin daerah memberikan teladan yang baik terutama dalam dunia olahraga.

“Kalau wasit ada kekurangannya atau dirasakan tidak adil, ada prosedurnya. Kita harus membudayakan kebiasaan sportif bukan hanya dalam diri atlet tapi juga pendukung atau supporter,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Generasi Optimis (GO) Indonesia, Frans Meroga mengatakan, dengan membudayakan sikap sportif di kalangan suporter akan membawa citra baik bagi bangsa ini terlebih menjelang Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20.

“Karena itu saya yakin memang diperlukan pendidikan moral dan karakter sejak dini agar kita semua bisa menjaga etika dan moral bangsa ini,” kata Frans.

Sumber antaranews.com
Penulis Ali
Berita Lainnya