Tutwuri.id
News and Edutainment

Bertemu Raja Malaysia Hingga Penobatan Kaisar Jepang

Tutwuri.id – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Al-Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah di Tokyo, Jepang, Selasa (22/10).

Pertemuan bilateral tersebut membahas upaya penguatan kerja sama di bidang tenaga kerja migran, sawit dan penanganan radikalisme.

Secara langsung Wapres Ma’ruf Amin meminta Sultan Abdullah untuk memberikan perlindungan yang adil kepada seluruh tenaga kerja migran asal Indonesia di Malaysia.

“Saya menitipkan tenaga kerja kita di Malaysia supaya memperoleh perlindungan dari beliau. Saya minta anak-anak kita itu dianggap anak-anak beliau saja, jadi bagaimana beliau memperlakukannya supaya Raja juga merespon dengan baik,” kata Wapres Ma’ruf usai pertemuan di Hotel Imperial Tokyo, Jepang.

Dengan banyaknya jumlah tenaga kerja asal Indonesia di Malaysia sebagai bentuk penguatan hubungan bilateral kedua negara, Ma’ruf berharap Raja Malaysia dapat memberikan dukungannya kepada WNI di Malaysia.

“Kesempatan ini kita pergunakan utamanya untuk menjalin kerja sama Indonesia dan Malaysia. Secara kebetulan juga kita punya banyak tenaga kerja di Malaysia, kan Raja ini punya kewenangan untuk mengampuni,” tambahnya.

Penobatan Kaisar Jepang Naruhito

Kaisar Jepang Naruhito siap mendeklarasikan penobatannya secara resmi pada Selasa (22/10), dalam upacara yang dihadiri oleh pejabat tinggi, termasuk kepala negara dan bangsawan lainnya dari 180 negara lebih.

Naruhito (59) dan Permaisuri Masako (55) lulusan universitas Harvard, mengambil alih kekuasaan pada Mei dalam upacara tradisi dan singkat, namun “Sokui no Rei” pada Selasa merupakan ritual yang lebih rumit, di mana ia secara resmi menyatakan kepada dunia tentang perubahan statusnya.

Naruhito menjadi kaisar Jepang pertama yang lahir setelah Perang Dunia II. Ia naik takhta setelah sang ayah, Akihito, menjadi raja Jepang pertama yang turun takhta dalam kurun waktu dua abad setelah adanya kekhawatiran bahwa faktor usia akan membuatnya sulit melakukan tugas resmi.

Suasana perayaan yang diumumkan sebagai hari libur khusus diwarnai oleh adanya Topan Hagibis, yang memporak-porandakan Jepang 10 hari yang lalu. Bencana itu menewaskan sedikitnya 80 orang dan memicu penundaan rencana parade perayaan.

Sumber antaranews.com
Penulis Ali
Berita Lainnya