Tutwuri.id
News and Edutainment

Gandeng Kejaksaan, Dispendik Sosialisasikan Hibah Pendidikan

Tutwuri.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya melakukan sosialisasi tentang petunjuk teknis hibah pendidikan daerah kepada ratusan kepala SD/SMP swasta dan MI/MTs swasta negeri se-Kota Surabaya, di Ruang Bromo Kantor Cabang Utama Bank Jatim, Jumat (11/10/2019).

Sosialisasi disampaikan langsung Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan serta didampingi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Surabaya Heru Kamarullah.

Ikhsan menjelaskan, hibah akan diberikan kepada jenjang SD/SMP swasta dan MI/MTs swasta negeri serta pendidikan diniyah formal (setara SD dan SMP) swasta. Sebelumnya, hibah ini memakai jasa pelayanan (jaspel) yang dihitung per siswa. “Kamu sudah koordinasi dengan jajaran samping agar tertib administrasi,” katanya.

Ikhsan melanjutkan, beberapa tujuan pemberian hibah ini untuk meringankan biaya pendidikan bagi masyarakat, pemerataan dan perluasan akses pendidikan di Kota Surabaya, mendorong sekolah untuk memenuhi standar nasional pendidikan sebagaimana diamanatkan undang-undang, dan membebaskan biaya apapun bagi siswa yang berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah.

“Standar nasional pendidikan meliputi delapan standar, standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian pendidikan,” urainya.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Surabaya Heru Kamarullah menjelaskan, hibah merupakan pemberian uang/barang atau jasa dari pemerintah daerah kepada pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak wajib dan tidak mengikat serta tidak secara terus-menerus.

Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan kepala sekolah yang hadir untuk meningkatkan kualitas sekolah dan peserta didik setelah menerima hibah pendidikan daerah. Apalagi, perhitungannya bukan lagi per siswa, melainkan dihitung per rombongan belajar (rombel).

“Saya juga mengingatkan agar turut membentuk akhlak dan mental anak-anak Surabaya agar tidak terpengaruh dengan geng-geng,” pungkas Eri Cahyadi.

Penulis dwi
Berita Lainnya