Tutwuri.id
News and Edutainment

Mahasiswa Untag Usung Konsep Pembelajaran Jarak Jauh Sesuai Gaya Belajar

Tutwuri.id – Model belajar dengan pembelajaran jarak jauh sudah lumrah terjadi belakangan ini. Namun, konsepnya tidak sedikit yang monoton dan membuat penggunanya bosan belajar materi yang tersedia.

Melihat hal itu, mahasiswa Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Trio Wicaksono mengusung konsep adaptif learning untuk konsep pembelajaran jarak jauh yang dibuatnya. “Adaptif Learning yang saya buat terinspirasi E-learning buatan dosen yang dibuat berdasarkan kepribadian. Makanya saya ingin mengembangkan berdasarkan gaya belajar,” katanya.

Trio mengungkapkan, konsep ini akan memberikan pembelajaran sesuai dengan gaya belajar seseorang. Karena setiap pribadi memiliki gaya belajar yang berbeda satu sama lain. “Nantinya saat ada materi dari tentornya bisa di grouping atau dibuat kelompok belajar sesuai dengan gaya belajarnya,” ujarnya.

Penentuan gaya belajar ini dibagi berdasarkan empat dimensi dan delapan gaya belajar. Dimensi itu di antaranya yaitu dimensi pemrosesan yang terdiri dari gaya belajar aktif dan reflektif. Kelompok belajar dimensi ini cenderung mempelajari materi dengan praktik. “Jadi sebelum berpikir mereka harus diajak riset,” terangnya.

Kemudian ada pula dimensi persepsi terdiri dari sensing dan intuitif. Kelompok belajar ini gaya belajarnya cenderung menghubungkan materi satu dengan lainnya. “Ada juga dimensi input terdiri dari gaya belajar visual dan verbal, kategori ini gaya belajarnya lebih tertarik pada video dan penulisan dalam pembelajarannya,” ujarnya.

Terakhir dimensi pemahaman, terdiri gaya belajar sekuential dan global, kategori ini gaya belajarnya harus runut materinya. “Jadi untuk menentukan pengguna masuk kelompok belajar mana, mereka harus mengisi kuisioner saat login ke website. Kuesioner ini tentang kecenderungan gaya belajar pengguna,” urainya.

Kuesioner yang terstandar ini terdiri dari 44 pertanyaan. Hasilnya akan menentukan pengguna masuk kategori yang mana dan bisa mengikuti pembelajaran sesuai kelas gaya belajarnya. “Jadi mereka lebih mengerti materi yang dipelajari,” katanya.

Sementara itu, untuk tentor dituntut membuat materi dengan beragam jenis karena banyaknya kelompok belajar yang ada. Tetapi para tentor sudah bisa membuat materinya sesuai panduan di website E learning.

“E-learning ini sudah dicobakan ke 277 mahasiswa untuk menentukan gaya belajar mahasiswa. Nanti bisa dikembangkan lagi dengan penelitian lebih lanjut,” katanya.

Dosen pembimbing Trio, Supangat menjelaskan, inovasi mahasiswanya yang dijadikan tugas akhir ini bisa dikembangkan ke pendidikan jarak jauh di Untag. Apalagi pembelajaran jarak jauh juga menjadi program Kemenristekdikti. “Jadi tidak asal belajar jarak jauh, kami bisa menentukan model yang benar seperti apa nantinya,” tandasnya.