Tutwuri.id
News and Edutainment

Lulusan SMKN Jateng Tidak Perlu Repot Masukkan Lamaran

Tutwuri.id – Alumni SMKN Jateng tidak perlu repot memasukkan lamaran dari perusahaan satu ke perusahaan lain, mereka mereka sudah bisa menentukan bakal kerja di mana kelak.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mengungkapkan sekolah kejuruan itu dilahirkan dengan prinsip seluruh siswa SMKN Jateng berasal dari keluarga miskin. Mereka ditempa di kelas oleh puluhan tenaga ajar yang ahli di sembilan jurusan, tinggal di asrama selama tiga tahun di bawah arahan tiga purnawirawan serta pendampingan empat tenaga kesehatan.

“Pengurangan kemiskinan dari jalur pendidikan ini merupakan pondasi kokoh untuk mengangkat derajat perekonomian. Efeknya bisa dirasakan jangka pendek, menengah maupun jangka panjang,”

Kualifikasi mereka berbeda berdasar penjurusan kelas. Dari kelas Bisnis Konstruksi dan Properti, Teknik Elektronika Industri, Teknik Instalasi Tenaga Listrik sampai kelas Agribisnis dan Pengolahan Hasil Pertanian. Hingga saat ini SMKN Jateng telah meluluskan 354 alumni yang terbagi dalam tiga angkatan dan sebanyak 286 atau 81 persen alumninya tersebar di berbagai perusahaan ternama, 15 persennya atau 54 alumni meraih beasiswa kuliah dan 14 alumni menjadi anggota TNI/Polri atau sebanyak 4 persen.

“Kinerja mereka sangat bagus. Ditambah attitude dan disiplin yang baik. Mereka juga cepat menyesuaikan pekerjaan. Karena itu kami sudah tiga kali melakukan rekrutmen dari sana (SMKN Jateng),” kata Sri Lestari, Tim Rekrutmen PT Komatsu Undercarriage Indonesia.

Meski tersebar di perusahaan-perusahaan ternama  tidak membuat alumnus silau dengan besarnya gaji yang diterima, Nurul Amanda Adhistia (20) salah satunya. Saat ini dia bekerja sebagai Staff Inspector, Departement Quality Assurance PT Hitachi Power Systems Indonesia, Cikarang Jawa Barat. Dalam sebulan kisaran gaji yang dia terima antara Rp 7 juta hingga Rp 9 juta.

Berkat kualifikasi kinerja tersebut, tiga perusahaan saat ini telah teken kerjasama dengan membuka kelas di SMKN Jateng. Pilihan mereka sama, membuka kelas industri. Perusahaan itu adalah PT Cogindo Daya Bersama (Indonesia Power) PT. Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) yang kelasnya diisi 30 siswa dan PLN dengan 24 siswa.

“Saat ini siswa kelas industri tiga perusahaan itu naik ke kelas 11. Begitu mau lulus kelak, mereka langsung mengurus administrasi untuk kemudian langsung masuk kerja sesuai kelas perusahaan, kecuali PLN karena itu milik negara,” kata Yudi Wibowo, Kepala Sekolah SMKN Jateng.

Berita Lainnya