Tutwuri.id
News and Edutainment

Lulusan Unesa Dibekali Keahlian Tambahan Bidang Olahraga

Tutwuri.id – Lulusan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) akan dibekali keahlian tambahan bidang olahraga yang relevan dengan disiplin ilmu program studi (prodi). Untuk mengawal itu, dibentuklah Pusat Kajian Ilmu Olahraga yang menjadikan Unesa Center of Exellence dari berkembangnya ilmu keolahragaan di Indonesia.

Kepala Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan Unesa Prof I Made Sri Undi mengatakan, Pusat Imu Keolahragaan merupakan organisasi baru di Unesa yang berada di bawah LPPM. “Ilmu Keolahragaan telah diputuskan oleh Senat Universitas menjadi salah satu unggulan Unesa,” katanya, Jumat (09/08/2019).

Unggulan tersebut didukung oleh semua prodi-prodi di Unesa sesuai dengan bidang ilmu masing-masing, di mana diharapkan prodi-prodi di Unesa mulai mengembangkan ilmunya dengan mensubstitusi Ilmu Keolahragaan ke dalam kurikulumnya.

Sosialisasi dan Workshop Pusat Kajian Ilmu keolahragaan menghasilkan kesepahaman bahwa semua Kaprodi tertarik dan berkeinginan untuk mengembangkan prodi dengan mensubstitusikan ilmu keolahragaan ke dalam kurikulumnya.

Made mencontohkan, prodi psikologi lulusannya juga memiliki kompetensi di bidang psikologi olahraga, teknik sipil lulusannya juga dibekali dengan kemampuan di bidang prasarana olahraga, dan prodi tata boga juga membekali lulusannya dengan gizi olahraga. Untuk prodi Fisika membekali mahasiswanya dengan kemampuan analisis sports biomechanics, prodi hukum membekali mahasiswanya dengan hukum olahraga, dan lain-lain.

Dengan demikian maka perlahan semua lulusan Unesa dibekali dengan keahlian tambahan di bidang olahraga yang relevan dengan disiplin ilmu yang dikembangkan prodi tersebut.

Menurutnya, pengembangan kurikulum yang mensubstitusikan Ilmu Keolahragaan sebagai kompetensi harus benar-benar berbasis pada kajian ilmiah terutama melalui penelitian-penelitian kebijakan pengembanagn prodi.

Jika anggaran penelitian tidak dapat diakomodasi oleh anggaran penelitian rutin, maka diusulkan agar Unesa menganggarkan secara khusus. Dengan begitu terjadi percepatan dalam perancangan kurikulum baru.

Penelitian-penelitian keolahragaan harus mulai digalakkan di masing-masing prodi yang terkait sesuai dengan bidang keilmuannya. “Misalnya prodi psikologi mulai meneliti tema-tema yang berkaitan dengan psikologi olahraga, begitu juga prodi lainnya,” pungkasnya.

Berita Lainnya