Tutwuri.id
News and Edutainment

Membangun Konektivitas Dunia Pendidikan Surabaya dan Liverpool

Tutwuri.id – Salah satu tujuan utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah memajukan dan mendorong hubungan persaudaraan antarbangsa melalui penghormatan hak asasi manusia. Selain itu PBB juga didirikan dengan tujuan untuk membina kerja sama internasional dalam pembangunan bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Hal inilah yang mendasari kegiatan Tim Delegasi Pendidikan Kota Surabaya pada Rabu 24 Juli 2019 atau dua hari menjelang berakhirnya masa tugas tim delegasi di Benua Biru ini.

Bekerja sama dengan St. Vincent’s School, Komunitas Muslim Pakistan dan Croxteth Park, Delegasi Pendidikan Kota Surabaya berupaya membangun konektivitas dunia pendidikan dengan Liverpool Hope University. Misi besar membangun hubungan tersebut diwujudkan dengan kegiatan penanaman pohon Red Wood (Kayu Merah) di lahan kampus Liverpool Hope University.

Hadir dalam kegiatan penanaman pohon Red Wood ini seluruh anggota Tim Delegasi Pendidikan Kota Surabaya, Dr. John A. Patterson, Principal St. Vincent’s School beserta staff dan beberapa siswa, Mr. Alam, Ketua Komunitas Muslim Pakistan di Liverpool dan Prof. Dr. Gerald Pilley, Rektor Liverpool Hope University beserta staff dan Mr. James dari Croxteth Park yang membawakan dua batang pohon Red Wood beserta pupuk dan kompos dari hasil produksi di Croxteth Park.

Ide ini sebenarnya muncul saat Tim Delegasi Pendidikan Kota Surabaya berkesempatan melakukan kunjungan dan field trip di Croxteth Park beberapa pekan sebelumnya. Setelah berkeliling kebun dan taman sambil mempelajarai dunia tumbuhan yang dipandu oleh Mr. Richard Hughes, petugas Croxteth Park, Dr. John A. Patterson menyampaikan keinginan kerja sama penanaman pohon ini kepada Mr. Richard. Gayung pun bersambut sehingga hari ini misi itu bisa diwujudkan.

Sebelum kegiatan inti dilaksanakan, Dr. John A. Patterson mengajak seluruh rombongan untuk mengunjungi taman kota yang ada di sekitar kampus. Di tengah taman itu terdapat lokasi sejenis Stonehenge seperti yang ada di dekat London dengan ukuran yang lebih kecil. Dr. John A. Patterson mengajak kami ke sana dan bercerita banyak tentang sejarah nenek moyang penduduk Liverpool yang merupakan imigran dari Jerman. Mereka sangat mempercayai magic. Karena itu mereka pun membangun Stonehenge itu.

Delegasi Pendidikan Kota Surabaya berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon Red Wood di lahan kampus Liverpool Hope University. (Facebook)

Sayangnya, saat kami berkunjung ke lokasi yang dimaksud, susunan batu stonehenge mini tersebut sebagian besar sudah dipindahkan ke lokasi yang lain dengan menyisakan satu batu saja sebagai prasasti. Di batu itulah Dr. John A. Patterson mengajak kami semua membentuk lingkaran besar mengelilingi batu tersebut. Menurut kepercayaan nenek moyang penduduk Liverpool, jika mereka bergandengan tangan sambil mengelilingi batu tersebut maka sampai kapan pun mereka akan tetap terhubung/terkoneksi.

Setelah mengunjungi situs Stonehenge Liverpool tersebut kami diajak berkeliling menikmati indahnya taman bunga dan hutan kampus yang sangat indah dengan bunga yang warna-warni serta berbagai jenis pohon yang daunya pun berwarna-warni pula. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat indah. Pemandangan yang mengingatkan kami semua pada tanaman khas Jepang, Sakura.

Tak kalah dengan taman dan kebunnya yang begitu indah, ternyata gedung kampusnya pun demikian menawan. Kami berkeliling di sapenjang koridor yang menghubungkan ruang-rang kelas dan berbagai fasilitas lainnya di dalam kampus. Dari beberapa poster dan tempelan penunjuk arah jelas terlihat bahwa di kampus sedang berlangsung beberapa acara seminar dan debat. Sungguh suasana ilmiah yang sangat bagus terbangun di kampus tua ini. Ya kampus ini telah berdiri sejak tahun 1844.

Liverpool Hope University adalah universitas negeri di Liverpool, Inggris yang merupakan hasil penggabungan dari perguruan tinggi pertamanya (Perguruan Tinggi Pelatihan Warrington Gereja Inggris [1844] dan Perguruan Tinggi Pelatihan Para Suster Notre Dame [1856]) – salah satu lembaga di UK pertama yang menyediakan pendidikan guru untuk wanita – Liverpool Hope University sekarang memiliki tiga fakultas: Seni dan Humaniora, Pendidikan, dan Sains. Fakultas-fakultas ini diorganisasikan ke dalam 19 departemen. Universitas ini telah menerima medali emas di Teaching Excellence Framework (TEF) Inggris. Filosofi Universitas adalah ‘mendidik di putaran’ – pikiran, tubuh dan jiwa – dalam pencarian untuk Kebenaran, Keindahan dan Kebaikan.

Penanaman pohon Red Wood bekerja sama dengan St. Vincent’s School, Komunitas Muslim Pakistan dan Croxteth Park. (Facebook)

Universitas ini memiliki tiga fakultas, yaitu sebagai berikut:

  1. Fakultas Seni dan Humaniora mencakup Liverpool Hope Business School dan Departemen: Drama, Dance and Performance Studies; Inggris; Seni Rupa dan Terapan; Sejarah dan Politik; Hukum; Media dan Komunikasi; Musik; Pekerjaan Sosial, Perawatan dan Keadilan; Ilmu kemasyarakatan; Teologi, Filsafat, dan Agama di tingkat sarjana dan pascasarjana.
  1. Fakultas Pendidikan mencakup semua program Pelatihan Guru Awal (BA QTS dan PGCE), Studi Disabilitas, Studi Pendidikan dan Studi Anak Usia Dini serta berbagai program Gelar Sarjana, Master dan CPD. Ada budaya penelitian yang berkembang dalam Dekanat. Laporan OFSTED Januari 2014 menyatakan bahwa ‘beberapa aspek kepemimpinan dan manajemen luar biasa’ dan juga mengidentifikasi kekhasan ‘tutor Harapan’ dan ‘guru Harapan’.
  1. Fakultas Sains berisi Departemen Matematika dan Ilmu Komputer, Departemen Geografi dan Ilmu Lingkungan, Departemen Psikologi dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Ada sejumlah program Magister dan bidang kekuatan penelitian. Program magister dalam mata pelajaran seperti Ekologi dan Manajemen Lingkungan, dan Ilmu Komputer, sangat populer terutama dengan siswa internasional.

Berikut ini keunggulan Liverpool Hope University:

  1. Peringkat ketiga teratas di Inggris untuk kualitas pengajaran.
  2. Lebih dari sepertiga penelitian yang dikirim ke REF 2014 digolongkan sebagai yang terdepan di dunia atau sangat baik secara internasional.
  3. Akomodasi dijamin untuk siswa tahun pertama di salah satu dari tiga kampus yang dimiliki.
  4. Penghargaan medali emas dalam Kerangka Pengajaran Excellence
  5. Kampus based University dengan jaminan keamanan penuh 24/7 dengan fasilitas gym/fitness suite yang gratis untuk mahasiswa dan staff.

Sambil menunggu dimulainya kegiatan penanaman pohon Red Wood, kami bersantai sejenak di longue kampus di lantai 2 yang menyediakan berbagai makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh warga kampus dan para pengunjung. Tempat duduknya pun dibuat sangat nyaman dengan banyak set sofa yang empuk. Berbagai minuman hangat pun dihidangkan kepada kami semua sehingga waktu menunggu jadi terasa sangat singkat.

Sebelum kopi capucino kami habis, Dr. John A. Patterson sudah memberi arahan agar kami untuk segera turun dan berjalan brrsama menuju lahan di samping lapangan futsal dan lapangan tenis. Di sana telah tersedia beberapa batang bibit pohon Red Wood beserta pupuk dan kompos serta peralatan berkebun. Rektor Liverpool Hope University, Prof. Dr. Gerald Pillay beserta beberapa orang staff ternyata sudah menunggu di lahan tersebut.

Dalam sambutan pembukaan acara penanaman pohon ini, sang inisiator, Dr. John A. Patterson mengutarakan tujuan kegiatan yang berdasarkan dua tujuan PBB sebagaimana telah disebutkan di muka yaitu memajukan dan mendorong hubungan persaudaraan antarbangsa melalui penghormatan hak asasi manusia. Selain itu juga untuk membina kerjasama internasional dalam pembangunan bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.

Oleh karena itu, dengan dilakukannya penanaman pohon Red Wood bersama ini diharapkan akan terbangun konektivitas dunia pendidikan antara Kota Liverpool yang diwakili oleh St. Vincent’s School dan Liverpool Hope University serta Komunitas Muslim Pakistan dengan Kota Surabaya khususnya dan Negara Indonesia pada umumnya. Mengapa pohon Red Wood yang dipilih untuk ditanam dalam acara ini? Pohon Red Wood memiliki akar yang banyak dan kuat. Hal ini diharapkan bisa menjadi simbol kuatnya hubungan/konektivitas dunia pendidikan antara Kota Surabaya dan kota Liverpool.

Sedangkan Prof. Dr. Gerald Pillay dalam sambutannya mengharapkan agar hubungan baik antara Kota Surabaya dengan Kota Liverpool terutama dalam bidang pendidikan bisa terus terjalin dengan baik. Program pengiriman delegasi Pendidikan Kota Surabaya di Liverpool ini diharapkan bisa berlanjut dengan kerja sama di program-program selanjutnya.

Mewakili Tim Delegasi Pendidikan Kota Surabaya, Cipto Wardoyo Solihin, S.Pd, Kepala SMP Negeri 29 Surabaya sekaligus Koordinator Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi Surabaya menyampaikan rasa terima kasih yang tak terkira atas kebaikan semua pihak di Liverpool baik dari pihak St. Vincent’s School, Komunitas Muslim Pakistan maupun pihak Liverpool Hope University yang telah memberikan banyak kesempatan kepada kami semua untuk belajar banyak hal di Kota Liverpool ini. Delegasi Pendidikan Kota Surabaya juga berharap agar penanaman pohon Red Wood ini menjadi symbol abadinya hubungan baik dan konektivitas dunia pendidikan anatar Kota Surabaya dan kota Liverpool.

Setelah acara seremonial berupa sambutan dari para pihak yang terkait selesai, maka penenaman pohon Red Wod pun segera dimulai. Semua yang hadir turut serta dalam penanaman pohon ini dengan senang dan penuh semangat. Para siswa ABK Surabaya pun beserta para guru bahkan berebut untuk membantu menggali tanah, mencampur dan mengaduk kompos dan pupuk, menanam bibit dan menutup lubang tanaman dengan pupuk dan kompos serta tanah. Semua dilakukan dengan riang gembira hingga acara selesai dengan ditutup do’a rabithah yang dipimpin oleh penulis.

Semoga harapan semua pihak untuk membangun konektivitas dunia pendidikan yang baik dan kuat antara kedua kota (Surabaya dan Liverpool) serta antar-kedua negara (Indonesia dan Inggris) bisa terwujud dengan baik. Amin. (*)

  • Delegasi Pendidikan Kota Surabaya di Liverpool United Kingdom
  • Guru dan Staff Kurikulum SMPN 40 Surabaya
  • Kadiv Lembaga Pelatihan dan Kurikulum JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur
  • Kabid Humas dan Publikasi PP FKG IPS Nasional APKS PGRI Pusat
  • Kabid Penelitian dan Pelatihan HISPISI Jawa Timur
Berita Lainnya