Tutwuri.id
News and Edutainment

Persaingan Mutu dan Kualitas Bisa Menjadi Sebab Sekolah Kurang Murid

Tutwuri.id – Meskipun Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berakhir, masih ada beberapa sekolah swasta di Surabaya yang kekurangan siswa.

“Iya masih ada. Di SMP PGRI 5 malah dapat 3 siswa. SMP Gatra 3 sama 3 siswa dan SMP Among dan SMP PGRI 17 sama dapat 4 siswa,” kata Koordinator MKKS SMP Swasta Surabaya Erwin Darmogo, Jumat (19/07/2019).

Erwin menuturkan, meskipun jumlah siswanya sedikit sekolah tetap melakukan kegiatan belajar mengajar. “Tetap lanjut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP PGRI 17 Surabaya, Endah Sri Mustikaningsih mengungkapkan, baru terdapat enam siswa yang mendaftar. Namun dua diantaranya terpaksa membatalkan pendaftaran karena memilih masuk di SMP Negeri.

“Masih buka terus sampai memenuhi target (64 siswa). Dibukanya tidak terbatas sampai belum ulangan. Karena sekarang kelas yang dipakai hanya satu, yang satunya kosong,” terang endah.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dispendik Surabaya, Ikhsan mengatakan, sekolah swasta yang kekurangan siswa di tahun ajaran baru, bisa juga disebabkan karena ketatnya persaingan dan pilihan wali murid.

“Seperti SMP PGRI 17 yang menargetkan murid 64. Sementara dalam 3 tahun terakhir, mereka hanya menerima murid 3,7,3, dan 9,” kata Ikhsan.

Menurutnya, persaingan sekolah tidak hanya terjadi di swasta, tapi juga negeri. Jika kualitas sekolah tidak bagus, maka para orang tua pasti akan memilih yang lain. “Sebaliknya, jika kualitas sekolah swasta bagus dan wali murid bisa membayar, pasti akan mereka pilih,” jelasnya.

Namun demikian, ia memastikan, pihaknya tengah menindaklanjuti sekolah swasta yang kekurangan murid itu. Menurutnya, sekolah swasta dimungkinkan masih dapat menerima siswa yang belum mendaftar sekolah.

“Mereka bisa langsung mendaftar di sekolah yang di dekat rumahnya. Dengan tahun ajaran baru, semestinya bisa lebih cepat untuk segera mendaftar di sekolah swasta,” ujarnya.

Berita Lainnya