Tutwuri.id
News and Edutainment

Angkutan Umum di Liverpool yang Nyaman dan Aman

Tutwuri.id – Akhir pekan lalu, dalam cuaca sedikit gerimis di Liverpool, Inggris, para siswa ABK Visual Impairment dan semua Delegasi Pendidikan Kota Surabaya, mencoba menggunakan moda transportasi Bus Umum Arriva untuk menyusuri jalanan Kota Liverpool. Harga tiket One Day Pass per orang dewasa £ 4,5 dan untuk anak2 £2,5. Cukup mahal bagi ukuran orang Surabaya.

Ciri khas kendaraan umum di negara maju adalah ontime, tidak pernah molor, waktu kedatangan Bus sesuai jadwal yang tertera di masing-masing halte. Tidak ada ceritanya bus umum tersebut ngetem terlalu lama di pangkalan, di terminal atau di halte. Ada penumpang atau tidak, kalau memang sudah waktunya berangkat sesuai jadwal, ya tetap berangkat. Tidak ada yang demi mengejar setoran lalu balapan saling mendahului seenaknya sehingga membahayakan penumpang.

Ciri kedua adalah nyaman. Semua bus yang ada di Liverpool ini sangat nyaman fasilitasnya. Sebagian besar busnya 2 tingkat meski juga masih ada yang 1 tingkat saja. Yang unik justru ada sebagian bus yang lantai 2-nya tanpa atap dan dibiarkan terbuka. Benar-benar seperti bus pesiar/pariwisata. Kursinya tidak terlalu banyak dan tidak terlalu rapat. Di masing-masing deret kursi ada tombol untuk memberhentikan bus jika kita akan turun. Di dalam bus juga tidak boleh ada penumpang yang merokok meski bus tersebut tanpa AC (karena suhu di eropa memang sudah sejuk cenderung dingin meski di musim panas sekalipun). Para penumpang juga tidak ada yang berisik, apalagi teriak-teriak. Tidak ada juga suara hingar bingar musik. Sangat nyaman.

Ciri ketiga adalah sangat aman. Di dalam Bus, baik di lantai satu maupun lantai dua terpasang CCTV dan monitor. Di dinding depan bagian atas terpasang monitor CCTV sehingga semua penumpang bisa merasa sangat aman. Tidak ada ceritanya penumpang bus Umum di Liverpool yang kecopetan.

Ada tombol untuk memberhentikan bus jika penumpang akan turun. (Supriyanto)

Selain CCTV, yang membuat bus ini aman adalah pintunya. Semua bus umum di sini pintunya dibuat dengan sistem hidrolik. Buka tutup pintunya terpusat di pengemudi sehingga penumpang tidak bisa seenaknya membuka dan menutup pintu. Sudah terbayangkan jika ada yang nekat mencopet di dalam bus ini. Pasti babak belur karena terpantau CCTV dan tidak ada jalan keluar untuk kabur. Hehehe…

Ciri keempat adalah tarifnya sangat jelas. Semua terpampang di website masing-masing perusahaan Bus. Apalagi di Liverpool hanya ada dua perusahaan otobus. Arriva salah satunya. Tidak ada perang tarif. Tidak ada tawar menawar. Semua pembayaran ongkos bus tercatat secara digital. Penumpang bisa membayar dengan saldo/deposit di kartu atau dompet digitalnya. Tinggal menunjukkan barkode ke mesin barkode reader yang ada di samping sopir. Kalau pun kita belum punya kartu atau dompet digital, kita bisa membayar cash untuk mendapatkan karcis ber-barcode. Karcis itu bisa kita gunakan untuk naik bus berikutnya cukup dengan menunjukkan barcode untuk dibaca mesin barcode reader.

Ciri kelima adalah layak jalan. Semua bus umum kondisi fisiknya sangat prima. mesinnya sangat oke, bodinya juga sangat terawat, kokoh dan tak ada bagian yang berkarat sama sekali. Kondisi bus di dinding luar maupun dalam sangat bersih. Tidak ada coretan vandalisme sama sekali. Kalau iklan sih pastinya ada. Lantainya juga sangat bersih, tidak ada sampah berserakan. Bungkus permen, apa lagi putung rokok sama sekali tidak akan kita jumpai di lantai bus umum tersebut. Masyarakat dan penumpangnya sudah sangat sadar akan pentingnya kebersihan.

Ciri keenam adalah free wifi. Ini ciri utama layanan prima yang paling dicari para perantau seperti kami. Apalagi saat kami belum punya kartu ponsel dan paket data internet yang bisa digunakan di negeri ini. Mau tidak mau hanya jaringan wifi gratis lah yang menjadi tumpuan kami. Untungnya di pekan kedua kami di negeri ini, para mahasiswa PPI yang menjadi penerjemah kami membantu kami semua untuk membeli dan registrasi kartu perdana dan paket data internet.

Card reader dan alat pencetak karcis/tiket bus tersedia langsung di dalam bus. (Supriyanto)

Saat kami bertugas sebagai Delegasi Pendidikan Kota Surabaya di Korea Selatan, keenam ciri bus umum tersebut juga sama kami jumpai di sana. Ontime, nyaman, aman dan jelas tarifnya serta layak jalan. Kapan ya negeri kita tercinta, Indonesia, mampu menghadirkan fasilitas bus umum dalam jumlah yang memadai untuk memenuhi kebutuhan warganya seperti yang ada di Liverpool Inggris dan Kota Busan Korea Selatan? Tak lama lagi, insyaallah.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Kota Surabaya juga sudah memiliki fasilitas bus umum yang sangat bagus dan ramah lingkungan. Bus Suroboyo sepertinya sudah mirip walau beda cara pembayaran dan jumlahnya terbatas. Minimal sudah ada embrio untuk menghadirkan fasilitas bus umum seperti di Liverpool dan Busan Korea Selatan. Tempat duduk pun di buat terpisah di Bus Suroboyo. Untuk penumpang pria di bagian belakang, bagian tengah jok warna pink prioritas untuk lansia, ibu hamil dan disabilitas. Untuk penumpang anak-anak dan ibu-ibu bisa duduk di depan bisa juga di tengah, di jok warna merah.

Di Bus Suroboyo ini juga dipasang kamera CCTV di sudut dinding Bus. Pintunya juga menggunakan pintun hidrolik. Tiket juga sudah berbasis digital dan dilaporkan oleh kondektur yang cantik-cantik dan ganteng di setiap halte dengan screenshot barkode. Jadi embrio bus umum yang nyaman dan aman di Surabaya benar-benar sudah hadir dan beroperasi di jalanan Kota Surabaya tercinta. Tinggal diperbanyak saja jumlah armadanya sehingga bisa melayani kebutuhan transportasi warga Kota Surabaya dengan lebih masif lagi. (*)

Delegasi Pendidikan Kota Surabaya di Liverpool United Kingdom

Guru dan Staff Kurikulum SMPN 40 Surabaya

Kadiv Lembaga Pelatihan dan Kurikulum JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur

Kabid Humas dan Publikasi PP FKG IPS Nasional LPKS PGRI Pusat

Kabid Penelitian dan Pelatihan HISPISI Jawa Timur

Berita Lainnya