Tutwuri.id
News and Edutainment

Meninggalnya Siswa SMA Taruna Palembang: Mendikbud Sesalkan Kejadian Hingga Disdik Bentuk Satgas

Tutwuri.id – Dewlyn Berli (14), siswa SMA Taruna Palembang tersebut menjadi korban pelaksanaan Masa Orientasi Sekolah (MOS). Delwyn Berli Juliandro meninggal di RS Myria, Palembang. Korban sempat mengalami kejang-kejang dan pingsan saat mengikuti rangkaian kegiatan MOS, Jumat (12/7) malam.

Menyikapi hal tersebut Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) langsung membentuk tim satuan tugas (satga) guna melakukan insvetigasi secara menyeluruh.

Kadisdik Sumsel, Widodo mengutarakan, Satgas investigasi terdiri atas dinas dan lembaga terkait. Investigasi dilakukan secara menyeluruh, baik soal kurikulum sekolah, perizinan sekolah, maupun aktivitas belajar-mengajar selama ini.

“Hari ini kami resmi membentuk satgas untuk melakukan investigasi terkait ada siswa di SMA Taruna meninggal dunia,” tegas Kadisdik Sumsel, Jumat (19/07/2019).

Widodo menyampaikan, Satgas investigasi yang dibentuk terdiri atas dinas dan lembaga terkait. Investigasi dilakukan secara menyeluruh, baik soal kurikulum sekolah, perizinan sekolah, maupun aktivitas belajar-mengajar selama ini. Menurutnya, pembentukan satgas ini akan mendalami dugaan adanya korban lain di peristiwa tersebut. Salah satunya terkait dugaan korban kekerasan lain bernama Wiko, yang kini masih kritis.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyesalkan atas meninggalnya Dewlyn Berli (14) saat Masa Orientasi Siswa (MOS).

“Saya belum bisa beri tanggapan karena harus lihat secara detail. Ada Pak Irjen juga untuk menelisik kasus itu. Saya menyayangkan kalau kita berpuluh kali menyampaikan tidak boleh ada praktik kekerasan dan perpeloncoan tapi harus menebarkan kasih sayang, membikin peserta didik baru kerasan dan nyaman di sekolah yang baru. Jangan malah membikin mereka ada teror-teror yang tidak pada tempatnya,” ungkap Muhadjir Selasa (16/7/2019).

Muhadjir mengatakan insiden meninggalnya siswa saat MOS di Palembang itu sudah masuk ranah pidana. Karena itu, dia menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada polisi.

“Kalau sudah dianggap masuk kategori pidana urusannya dengan aparat dan penegak hukum. Kita serahkan sepenuhnya,” ujar Muhadjir.

Berita Lainnya