Tutwuri.id
News and Edutainment

Diaspora Katalis Masuk Rangking Dunia

Tutwuri.id – Sejak tahun 2016 sudah tercatat lebih dari 100 karya ilmiah telah dihasilkan, baik berupa joint publication, joint research, maupun paper lain dalam proceeding dan conference oleh para ilmuwan diaspora.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (Dirjen SDID) Ali Ghufron Mukti mengungkapkan para ilmuwan diaspora  menjadi katalis bagi perguruan tinggi di Indonesia masuk pada ranking dunia, yakni melalui transfer teknologi dan ilmu pengetahuan.

“Pemberdayaan ilmuwan diaspora ini sudah diinisiasi sejak tahun 2016. Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD)  menjadi momentum yang baik karena memiliki fokus yang sama dengan pemerintah yakni untuk membangun SDM,” Ali Ghufron Mukti.

SCKD 2019 akan dilaksanakan pada 18-25 Agustus 2019 di Jakarta dengan mengundang 57 ilmuwan diaspora dari 15 negara di dunia.

Ia menambahkan penyelenggaraan SCKD dari tahun ke tahun selalu mendapat antusiasme tinggi ilmuwan diaspora di berbagai belahan dunia. Kendati demikian, mereka yang terpilih telah melalui berbagai tahap penyaringan.

“Tahun ini kami juga membuka kesempatan tidak hanya bagi mereka yang sudah menjadi assistant professor atau associate professor, tetapi juga bagi para postdoct yang memiliki potensi. Mereka inilah yang kebanyakan merupakan akademisi muda dari generasi millennial,” sebut Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.