Tutwuri.id
News and Edutainment

Dindik Jatim Luncurkan Biaya Penunjang Operasional SMA/SMK Senilai Rp 1,8 Triliun

Tutwuri.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,8 triliun untuk biaya penunjang operasional penyelenggara pendidikan (BPOPP) SMA/SMK. Pencairan dana itu dilakukan dua tahap.

Plt. Kepala Dindik Jatim Hudiyono menjelaskan, BPOPP atau program gratis berkualitas (TisTas) tersebut ibarat iming-iming. Terutama iming-iming bagi siswa untuk mau bersekolah dan mengenyam pendidikan.

“Anggaran pendidikan telah disiapkan provinsi. Jadi tidak ada alasan lagi bagi siswa untuk tidak sekolah,” katanya saat sosialisasi BPOPP kepada Kepala Cabang Dindik kabupaten/kota serta musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMA/SMK negeri dan swasta di Mercure Hotel, Kamis (18/07/2019).

Hudiyono berharap, dengan adanya program BPOPP bisa meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) SMA/SMK yang saat ini masih di angka 84,12 persen. Dengan begitu dapat mendorong angka transisi siswa untuk melanjutkan pendidikan dari SMP sederajat ke SMA sederajat. “Jadi melalui TisTas harapannya angka APK bisa optimal,” jelasnya.

Dia pun mengajak seluruh kepala sekolah terutama swasta untuk merangkul siswa yang tidak mampu. Setidaknya ada satu siswa di tiap rombel yang digratiskan. Dengan syarat siswa tersebut memang tergolong dari keluarga kurang mampu.

Terkait besaran biaya program BPOPP per siswa per bulan, Hudiyono mengatakan, baik SMA/SMK negeri jumlahnya kurang lebih sama. Di Surabaya sendiri, bantuan SPP per siswa sebesar Rp 135 ribu. Sedangan di Mojokerto per siswa per bulan akan mendapatkan masing-masing Rp 120 ribu dan Rp 95 ribu. Perbedaan jumlah satuan biaya program BPOPP ini dikarenakan bergantung pada indeks kemampuan setiap kabupaten/kota di Jatim.

“Kalau di Surabaya itu Rp135 ribu ya, tapi beda-beda tiap kabupaten/kota karena kita hitung berdasarkan indeks kemampuan daerah,” ujarnya. BPOPP, lanjut Hudiyono, dapat digunakan untuk membiayai kegiatan yang belum didanai oleh BOS.

“BPOPP juga diperuntukkan untuk tambahan penghasilan bagi GTT dan PTT. Penguatan pendidikan karakter, membiayai operasional penyelenggaraan pendidikan inklusif dan membiayai kegiatan yang belum didanai oleh BOS reguler,” pungkasnya.

Berita Lainnya