Tutwuri.id
News and Edutainment

VCT Batch 4 Seamolec yang Luar Biasa

Keinginan Untuk Terus Belajar & Berkembang

Semua berawal dari sebuah postingan di salah satu WAG berupa Digital flyer lengkap dengan narasi seputar kegiatan Virtual Coordinator Training (VCT) Batch 4 Seamolec Jawa Timur yang menawarkan sebuah pelatihan online gratis. Pelatihan tersebut berisi materi tentang teknik menulis narasi kegiatan, membuat daftar hadir digital dan digital flyer, membuat presentasi online, mengkreasi dan mengelola room webex, teknik menjadi host, moderator dan presenter, praktik sebagai host, moderator dan presenter, merekam dan mengunggah kegiatan pelatihan pada Youtube channel.

Semua materi yang ditawarkan dalam pelatihan tersebut adalah sesuatu yang benar-benar baru bagi saya meskipun sudah lama malang melintang di dunia workshop dan pelatihan karena saya juga seorang Instruktur Nasional Program Keprosesian Berkelanjutan dan juga Instruktur Kurikulum 2013 Kemdikbud. Selain materi-materinya yang sangat keren tersebut, yang lebih menarik lagi adalah sertifikat yang dijanjikan senilai dengan 39 JP. Tentu saja itu sebuah sertifikat yang sangat berguna terutama bagi para ASN yang akan naik pangkat.

Kedua hal tersebut sangat menantang bagi saya. Saya merasa masih sangat awam dengan semua materi yang ditawarkan di pelatihan tersebut. Oleh karena itu saya sangat berharap bisa mengikutinya agar bisa terus belajar dan berkembang. Saya benar-benar merasa sangat bodoh tentang materi-materi tersebut. Saya harus banyak belajar kepada para instruktur dan narasumber di pelatihan tersebut. Keyakinan saya tetap seperti baisanya bahwa di atas langit masih ada langit. Karena itu kita harus terus belajar dan tidak boleh merasa sebagai orang yang paling pintar dan hebat.

Reuni Bersama Teman Kuliah

Sekitar satu bulan setelah saya berhasil mendaftar melalui aplikasi google doc yang link-nya ada di narasi dan digital flyer dalam postingan WAG tersebut tiba-tiba di HP saya muncul sebuah WAG baru yang bernama VCT Batch 4 Surabaya dan kemudian berganti nama menjadi VCT B4 Suromadu 79,5. Ternyata panitia telah memasukkan semua calon peserta pelatihan yang telah terdaftar ke dalam grup tersebut. Benar-benar sangat canggih dan profesional.

Dengan perasaan penuh keinginan untuk belajar dan berkembang serta rasa penasaran yang amat sangat, maka saya ikuti terus perkembangan di WAG tersebut. Selain itu dengan iseng kuintip siapa saja yang telah menjadi anggota WAG ini yang sekaligus menjadi calon peserta pelatihan. Betapa senangnya saya, ternyata di daftar anggota WAG telah tercatat beberapa nama teman kuliah S1 di Unesa dulu. Selain itu juga terdapat beberapa guru Al Hikmah Fullday School tempat saya pernah 5 tahun mengabdi sebelum diangkat sebaga ASN. Ini berarti kami akan bisa melakukan reuni tipis-tipis dalam kegiatan pelatihan ini.

Bertemu Orang-Orang Hebat dan Pejabat

Tak lama setelah terbentuk WAG VCT B4 Surabaya tersebut panitia dan para instruktur mengadakan kopdar di SMKN 11 Surabaya untuk semua peserta pelatihan agar bisa mengikuti acara pembukaan VCT B4 secara nasional via room webex. Selain itu dalam kegiatan offline/kopdar tersebut juga disampaikan beberapa materi dasar dan bimbingan teknis untuk menginstal dan menggunakan beberapa aplikasi yang digunakan selama pelatihan online.

Flipped Classroom masih menyasar guru negeri di Kota Surabaya. (Istimewa)

Selain kehadiran beberapa teman kuliah S1 dan beberapa mantan teman kerja satu instansi, ternyata di ruangan AULA SMKN 11 Surabaya tempat kami melakukan kopdar ini juga terdapat banyak pejabat dan orang-orang hebat. Di antara para peserta ternyata terdapat beberapa dosen yang juga para doktor dari beberapa universitas terkemuka di Surabaya. Selain mereka juga masih terdapat para pejabat dan Widya iswara dari LPMP Jatim dan Balai Diklat Keagamaan Jatim. Kalau para pejabat dan para dosen senior itu rela meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk menjadi peserta dalam pelatihan ini berarti bsa disimpulkan bahwa pelatihan yang saya ikuti ini adalah sutu pelatihan yang sangat bergengsi dan luar biasa.

Banyak Ilmu Baru

Begitu sesi pelatihan dimulai, semua peserta masih wait and see. Masih belum ada yang percaya diri untuk menjadi presenter ataupun host dan moderator. Semua masih malu-malu kucing rupanya. Kami pun saling menunggu dan mencoba berbagai fitur yang ada di room webex. Bahkan di awal-awal pekan pertama masih banyak peserta yang belum berhasil menginstall aplikasi webex-nya di HP maupun di laptop. Termasuk saya sendiri, hehe.

Karena itu kami semua saling belajar dan bertanya di WAG VCT Batch 4. Selain tentang aplikasi webex, yang menjadi bahan untuk saling belajar dan bertanya adalah bagaimana teknik merekam sesi presentasi di room webex. Ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan yaitu faststone capture dan mobigen. Kami semua saling belajar untuk menginstall dan mengoperasikan aplikasi tersebut. Selain itu masih ada lagi yang penting yaitu aplikasi Zoho yang kami gunakan untuk membuat daftar hadir online selama sesi pelatihan di room webex.

Selain beberapa apilkasi utama yang menjadi alat dalam kegiatan pelatihan ini, kami juga mendapatkan banyak ilmu baru dari para peserta lain yang menjadi presenter di sesi-sesi dalam room webex. Kami bisa ikut sesi mana pun yang kami inginkan dan tersedia waktu luang di luar kegiatan kedinasan dan pekerjaan lainnya. Karena setiap hari disediakan sekitar 7 sesi mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.

Diantara beberapa ilmu yang dipresentasikan para peerta pelatihan yang bertugas sebagai presenter adalah beberapa aplikasi untuk membuat digital flyer, tutorial membuat channel di YouTube, beberapa apilkasi untuk membuat video pembelajaran, beberapa aplikasi untuk membuat video animasi, beberapa metode dan model pembelajaran inovatif, beberapa aplikasi untuk membuat media dan bahan pembelajaran, pengalaman bertugas di luar negeri, kurikulum pendidikan di luar negeri, penanganan masalah siswa di luar negeri dan sebagainya. Prinsipnya semua peserta bisa dan boleh berbagi ilmunya kepada para peserta yang lain.

Berebut Sesi

Setelah memasuki pekan kedua, ketika sudah banyak peserta yang mulai memahami aplikasi webex dan fitur-fiturnya maka semakin banyak yang bersedia menjadi presenter, moderator dan juga host. Bahkan mulai terjadi rebutan sesi antar peserta ketika dibuka penawaran melalui WAG VCT B4 Suromadu. Hal ini sempat juga menjadi masalah ketika ada peserta yang sudah mengisi slot di sebuah sesi ternyata tergeser oleh peserta lain karena kesalahan saat melakukan copy paste daftar/slot tersebut.

Kalua sudah terjadi keributan di WAG gara-gara rebutan sesi tersebut maka para instruktur, terutama koordinator instruktur kami yang super sabar dan supel, Bu Icha, langsung turun tangan untuk melakukan penertiban dan menata semua slot/sesi agar terjadi win-win solution.

Berjuang Melawan Sinyal

Ketika kami sudah masuk di room webex untuk mengikuti pelatihan ini, baik sebagai peserta maupun sebagai petugas presenter, moderator dan juga host sering kali berhadapan dengan kendala teknis berupa buruknya signal internet kami. Hal ini sering membuat kami terlempar keluar dari room webex. Kalau yang terlempar para peserta biasa sih mungkin tidak terlalu mengganggu jalannya pelatihan. Tapi jika yang terlempar keluar room webex adalah presenternya maka pelatihan akan terhenti sementara sambil menunggu presenter tersebut berhasil masuk kembali ke room webex.

Buruknya signal internet juga pasti akan berpengaruh terhadap kualitas hasil rekaman di aplikasi Faststone maupun Mobigen. Bayangkan saja jika pada saat sedang merekam sesi pelatihan tiba-tiba signal internet kami memburuk. Otomatis laptop atau HP yang kami gunakan untuk mengikuti presentasi dan merekam diskusi di room webex akan terganggu. Rekaman akan tetap dan terus berjalan sementara kelas room webex di laptop/HP kami terhenti. Artinya yang terekam adalah gambar diam karena Laptop/HP sudah tidak bisa mengakses sesi pelatihan di room webex.

Penulis saat menjadi instruktur flipped classroom di SMPN 13 Surabaya. (Istimewa)

Unutk mengatasi kendala teknis seperti ini, biasanya kami para peserta berjuang untuk mencari lokasi yang kuat signal intermnetnya. Ada yang “mendekam” di labkom sekolah atau kantor masing-masing, ada yang bela-belain tetap ngantor meski sedang hari libur akhir pecan karena signal internet di rumah lemah dan di kantor signalnya kuat. Ada juga yang lebih senang mengikuti pelatihan dan masuk room webex melalui warkop-warkop yang meyediakan fasilitas free wifi dengan kualitas yang baik.

Kejar Tayang

Pelatihan yang dimulai pada tanggal 18 Mei 2019 tersebut diakhiri tepat pada tanggl 30 Juni 2019. Sebenarnya itu waktu yang cukup panjang bagi para peserta untuk menunaikan semua tugas dan tagihan dala pelatihan ini. Memang bagi sebagian peserta jumlah tagihan dalam pelatihan ini terlalu banyak. Akan tetapi bagi mereka yang memang tertantang untuk terus berkembang, tugas atau tagihan sebanyak itu tetap dianggap biasa-biasa saja.

Tugas dan tagihan tersebut adalah sebagai berikut: menjadi presenter 2 kali dan embuat PPt setiap tampil sebagai presenter, menjadi host 2 kali serta membuat rekaman video sesi pelatihan di room webex dengan aplikasi faststone atau mobigen, 2 kali menjadi moderator dan membuat daftar hadir online via aplikasi Zoho, 6 kali menjadi peserta di room webex yang dibuktikan dengan daftar hadir online di aplikasi zoho yang dibuat oleh moderator di setiap sesi yang diikuti.

Saat pembukaan tanggal 18 Mei 2019, kami melaporkan kegiatan tesebut via WA ke Kabid GTK Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang kami lampiri dengan digital flyer dan narasi yang dibuat oleh panitia. Saat membaca WA tersebut beliau mengingatkan bahwa tanggal 10 Juni 2019 (meski akhirnya diundur hingga tanggal 17 juni 2019) saya sudah harus berangkat ke Inggris dalam rangka menjalankan tugas sebagai Delegasi pendidikan Kota Surabaya. Beliau merasa penting mengingatkan hal ini karena pelatihan VCT Batch 4 Seamolec ini baru berakhir tanggal 30 juni 2019.

Oleh karena itu saya berjanji kepada beliau untuk segera menyelesaikan semua tugas dan tagihan pelatihan ini sebelum saya berangkat ke Inggris. Dengan kerja keras dan kejar tayang, Alhamdulillah semua tagihan dan tugas tersebut berhasil kami tuntaskan bahkan sebelum libur seputar hari raya Idul fitri. Dengan demikian kami bisa berangkat ke Inggris dengan tenang karena semua tagihan pelatihan VCT Batch 4 telah tertunaikan semua dengan baik.

Aplikasikan dalam Workshop Kedinasan

Sebelum bulan puasa sebenarnya beliau (Kabid GTK Dinas Pendidikan Kota Surabaya) sudah meminta kepada saya untuk menyiapkan workshop Flipped Classroom untuk para guru SMP Negeri di Surabaya. Workshop ini sebagai kegiatan diseminasi hasil pelatihan kami di Busan Korea Selatan saat menjadi delegasi Pendidikan Kota Surabaya di sana tahun 2017. Akan tetapi saat pelatihan di Busan korea Selatan tersebut kami semua para delegasi Peindidikan hanya mendapatkan konsep dan teori Flipped classroom. Kami tidak diberikan pelatihan tentang berbagai alat/aplikasi yang bisa kami gunakan untuk mengimplementasikannya di Surabaya selain aplikasi Socratif.

Alhamdulillah sebelum mengikuti pelatihan VCT Batch 4 ini kami sudah mengikuti workshop rumah belajar Kemdikbud yang melatihkan aplikasi pembuat video pembelajaran dengan aplikasi Videoshow, VivaVideo, Kinemaster dan sebagainya. Sedangkan di pelatihan VCT Batch 4 ini kami belajar merekam layar/ screen laptop/HP dengan aplikasi faststone dan Mobigen, juga cara membuat channel dan mengunggah video di Youtube.. Beberapa aplikasi tersebut sangat penting dalam mengimplementasikan metode/model pembelajaran Flipped Classroom.

Flipped Classroom melatih guru mata pelajaran. (Istimewa)

Begitulah, akhirnya kami membuat konsep workshop flipped Classroom dengan susunan materi sebagai berikut: 1. Flipped Classroom; 2. FastStone; 3.  Membuat Video Pembelajaran dengan Kinemaster; 4. Membuat Channel dan mengunggah Video di YouTube; 5. membuat soal/kuis online dengan aplikasi Scratif. Alhamdulillah konsep kami diterima dengan baik oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Sepekan sebelum kami berangkat ke Inggris, kami secara intens melakukan rapat maraton di ruang Kabid GTK Dispendik Surabaya untuk mematangkan konsep dan membentuk tim instruktur. Setelah Tim Instruktur terbentuk, kami melakukan kegiatan TOT di ruang dewan Pendidikan Kota Surabaya hingga para instruktur yang notabene adalah tim Delegasi Pendidikan Kota Surabaya angkatan ketiga tahun 2017 yang bersama-sama saya bertugas di Busan Korea Selatan bisa memahami dan dianggap mampu melatihkan semua materi workshop flipped classroom.

Empat hari sebelum kami berangkat ke Liverpool, kami ikut langsung terjun membantu para instruktur melatih para peserta dari mapel PKn di aula SMPN 13 Surabaya. Workshop Flipped Classroom ini diberikan kepada 620 guru SMP negeri di Surabaya yang terdiri dari 10 mapel dalam 5 gelombang. Masing-masing gelombang ada dua kelas pararel. Alhamdulillah kelima gelombang tersebut hingga saat ini masih sedang berjalan. Hal ini karena untuk masing-masing gelombang kami berikan pelatihan dalam bentuk IN Service Learning sebanyak 4 kali dan ON the Job Learning selama 2 pekan.

Begitulah, ilmu yang kami peroleh dari Busan Korea Selatan kami padukan dengan ilmu dari workshop rumah belajar dan kami kombinasikan pula dengan ilmu yang kami peroleh dalam pelatihan VCT Batch 4 Seamolec ini. Terima kasih banyak kepada para instruktur dan semua peserta yang telah berbagi ilmunya dengan kami sehingga kami bisa meramunya untuk materi pelatihan/workshop Flipped Classroom yang secara resmi diadakan oleh dan bersertifikat resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya 64 JP.

Selama ini Dinas Pendidikan Kota Surabaya memang sangat intens melakukan pembinaan kepada para guru demi meningkatkan kompetensi mereka. Diantara program peningkatan kompetensi tersebuat adalah dilaksanakannya wokshop P2KGS (Program Peningkatan Kompetensi Guru Surabaya) untuk semua Mapel UN dan IPS bekerja sama dengan UNESA yang telah dilaksanakan dalam 2 tahun ini. Selain itu juga telah dilaksanakan Workshop Rumah Belajar bekerja sama dengan Duta Rumah Belajar Jawa Timur untuk menyiapkan guru-guru Surabaya dalam ajang Lomba Anugerah Kihajar 2019. Sedangkan sebagai program rutin tahunan yaitu berbagai workshop penguatan kompetensi guru kelas 9 dalam rangka menyiapkan dan menyusun soal tryout UN dan USBN.

Untuk menyambut tahun ajaran baru ini, Dinas Pendidikan Kota Surabaya memang fokus melaksanakan Workshop  Implementasi Flipped Classroom yang diikuti 620 guru 10 Mapel dari 62 SMP Negeri di Surabaya. Setelah guru-guru SMP Negeri, sasaran workshop berikutnya adalah untuk guru-guru SMP Swasta dan guru-guru SD serta para Pengawas Pembina di lingkungan Dinas pendidikan Kota Surabaya.

Harapannya, semua peserta workshop ini bisa mendiseminasikan kepada rekan-rekan guru MGMP kecil masing-masing sekolah sehingga semua guru SMP Negeri bisa menguasai implementasi Flipped Classroom ini. Dinas Pendidikan Kota Surabaya akan melakukan evaluasi ketat kepada semua sekolah untuk memastikan bahwa semja guru di Surabaya relah mengimplementasikan Flipped Classroom ini dalam kegiatan pembelaharannya.

Terus mengikuti dari UK

Meski telah menuntaskan semua tugas dan tagihan pelatihan VCT Batch 4 Seamolec, kami masih menyempatkan diri terus menengok WAG VCT B4 Suromadu untuk meng-update perkembangan pelatihan dan hasil-hasilnya. Dari Liverpool ini pula kami melihat semakin banyak peserta pelatihan yang berhasil juga menyelesaikan semua tugas dan tagihannya. Mereka semua oleh para instruktur dimasukkan WAG yang baru dalam rangka pembentukan tim tutor sebaya. Tim ini yang kemudian digembleng menjadi calon instruktur di pelatihas Seamolec tahap berikutnya yaitu VCT Batch 5 Seamolec.

Uji Nyali dan Kesempatan Jadi Instruktur

Tentu saja tidak semua peserta berani dan bisa menjadi instruktur. Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta yang berminat untuk menjadi instruktur di VCT Seamolec ini. Diantara bebarapa persyaratan itu adalah peserta harus bisa membuat artikel tentang pengalamnnya selama mengikuti VCT Seamolec dan mengunggahnya di sebuah blog atau website. Selain itu peserta harus bisa membuat digital flyer tentang VCT Seamolec tahap berikutnya yaitu VCT Batch 5 Seamolec.

Karena tantangan untuk menjadi instruktur di ajang pelatihan yang sangat bergengsi inilah kami menyempatkan diri menulis artikel ini di sela-sela tugas kami sebagai delegasi Pendidikan Kota Surabaya di Liverpool inggris. Memang bukan masalah yang ringan untuk menyiapkan persyaratan tersebut mengingat tugas dan kegiatan kami sebagai Delegasi Pendidikan Kota Surabaya di Liverpool yang juga sangat padat plus keharusan membuat dan menulis laporan harian untuk dikirimkan ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya setap hari. Itulah tantangan pertama bagi saya untuk menjadi instruktur di VCT batch 5 Seamolec yang sangat bergengsi ini. Semoga bisa lolos seleksi menjadi instruktur di VCT ini sehingga bisa terus belajar dan berkembang bersama banyak guru hebat di negeri ini. Amin.

Asrama St Vincent’s School
Rabu, 17 Juli 2019 pukul 00.15 Waktu Liverpool

• Delegasi Pendidikan Kota Surabaya di Liverpool United Kingdom
• Guru dan Staff Kurikulum SMPN 40 Surabaya
• Kadiv Lembaga Pelatihan dan Kurikulum JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur
• Kabid Humas dan Publikasi PP FKG IPS Nasional APKS PGRI Pusat
• Kabid Penelitian dan Pelatihan HISPISI Jawa Timur

Berita Lainnya