Tutwuri.id
News and Edutainment

Di Markas Besar PBB, Pelajar Indonesia Luncurkan Komik untuk Perangi Perundungan

Tutwuri.id – Pelajar Indonesia bernama Rizka Raisa Fatimah Ramli meluncurkan komik di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (16/07/2019). Komik yang dibuat ini untuk membantu menjaga anak-anak dan remaja dari kekerasan di dalam dan sekitar sekolah.

Komik tersebut sebelumnya adalah pemenang Kontes Komik Superhero UNICEF dan Comic’s Uniting Nations yang diumumkan pada 10 Januari 2019 lalu. Dalam lomba komik itu, anak-anak dan orang muda diminta untuk menciptakan pahlawan super yang dapat membuat siswa aman dari kekerasan di dan sekitar sekolah, termasuk perundungan.

Remaja kelahiran Makassar pada 22 Januari 2001 lalu ini menciptakan tokoh pahlawan rekaan yang lembut dan nomadik bernama Cipta. Tokoh bernama Cipta dikisahkan mampu menghidupkan karakter yang digambarnya untuk mengalahkan kekuatan yang tak terlihat dan memulihkan perdamaian di sekolah.

“Saya berharap Cipta dapat menginspirasi orang lain untuk bertindak, terutama mereka yang takut untuk berbicara,” kata Rizka yang gemar menulis dan menggambar sejak SD ini.

Melalui komik, Rizka ingin membantu anak muda mengatasi ketakutan mereka dan menggunakan kekuatan super mereka sendiri untuk menghentikan intimidasi dan kekerasan, termasuk melalui seni dan ekspresi, seperti menggambar, menulis, aktivisme, atau akting.

Sejak memenangi lomba kelas dunia tersebut di awal tahun 2019, Rizka bekerja sama dengan tim penulis dan ilustrator di Amerika Serikat untuk menghidupkan konsepnya. Komiknya sekarang akan didistribusikan kepada siswa di lebih dari 100.000 sekolah di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

“Cipta adalah metafora yang kuat untuk para pahlawan super muda di seluruh dunia mengambil tindakan terhadap kekerasan dan intimidasi di dan sekitar sekolah,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore.

“Ketika kita menandai peringatan 30 tahun adopsi Konvensi Hak-Hak Anak, saya tidak ragu bahwa anak muda di seluruh dunia, termasuk Rizka, akan menginspirasi para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan demi hak setiap anak,” pungkas Henrietta Fore.

Berita Lainnya