Tutwuri.id
News and Edutainment

KPK Geledah Lima Lokasi di Jatim

Tutwuri.id – Setelah kemarin, Kamis (11/07) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di sebuah rumah mantan pejabat Pemprov Jatim berinisial BS. KPK juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Jawa Timur.

Penggeledahan terhadap rumah mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim itu, diduga terkait dengan sumber dana APBD Tulungagung, dari Bantuan Keuangan APBD Jatim tahun 2014-2018.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo sebagai tersangka dan kini sudah divonis 10 tahun penjara, dan denda Rp700 juta.

Menariknya, saat pembacaan surat dakwaan dan tuntutan, jaksa KPK menemukan ada dana Rp 41 miliar yang mengalir ke sejumlah pejabat. Dana itu diduga mengalir ke sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Jatim.

Juru biacara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengungkapkan, penggeledahan tersebut terjadi di lima lokasi di Jawa Timur sebagai bagian dari proses penyidikan perkara suap terhadap Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung SPR terkait pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan/atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018.

“Pada Hari Rabu (10/7/2019) penggeledahan dilakukan 1 lokasi, yaitu Kantor Badan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur. Dari lokasi tersebut disita sejumlah dokumen penganggaran,” kata Febri, Jumat (12/7/2019).

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang belum bisa mengomentari adanya kegiatan penggeledahan rumah milik komisaris Bank Jatim di Surabaya pada Kamis (11/7).

“Saya belum mendengar dan nggak bisa komen itu. Saya belum update, jadi nggak boleh ngomong yang saya belum kuasai,” ujarnya, Jumat (12/07/2019) saat menghadiri pembukaan roadshow bus KPK di Surabaya.

Menurut wakil ketua KPK tersebut, orang di lapangan itu selalu bergeraknya cepat sehingga masih akan dipelajari dulu, sebab tidak menutup kemungkinan merupakan kasus lama.

Berita Lainnya