Tutwuri.id
News and Edutainment

Komunitas Sekolah Sungai Rubah Sampah Jadi Taman

Tutwuri.id – Membuat lingkungan nyaman, indah, serta bersih dan sehat adalah tanggung jawab bersama semua pihak. Tidak hanya pemerintah, namun pelibatan masyarakat juga sangat dibutuhkan, salah satunya lewat komunitas peduli lingkungan.

Arif Fuad Hidayah, salah satu aktifis Sekolah Sungai Klaten menuturkan, ada 150-an sungai di Klaten kondisinya masih ada yang sama dengan Sungai Ujung setahun lalu. Menjadi tempat pembuangan sampah pilihan masyarakat.
Komunitas Sekolah Sungai Jawa Klaten, hadir ke tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, bagaimana cara membuang sampah itu dengan baik, memberikan edukasi mengenai cara pengelolahan sampah agar tak dibuang ke sungai agar masyarakat paham akan pengelolan sampah.

Menurutnya, ada sekitar 20 puluh komunitas di Klaten yang masih terus berupaya untuk membantu masyarakat dalam menjaga sungai yang ada.

“Target yang kita cari dalam sekolah sampah ini semua kalangan, supaya masyarakat itu peduli akan lingkungan kita,” jelasnya.

Ia mengatakan, banyak masyarakat yang belum tahu betul cara mengelola sampah dengan baik. Jika bisa dikelola dengan baik sampah-sampah yang ada bisa didaur ulang untuk kebutuhan. Setiap seminggu sekali atau seminggu dua kali, Sekolah Sungai hadir di masyarakat.

“Untuk harinya tidak tentu bisa seminggu sekali atau seminggu beberapa kali. Tapi sudah dipasikan sekolah sampah akan selalu hadir memeberikan pengajaran untuk masyarakat dan bisa menjaga lingkungan,” paparnya.

Untuk bisa berjalan hingga sejauh ini, sekolah sampah berkolaborasi dengan beberapa komunitas yang ada di Klaten dan Pemerintah Daerah. Dengan adanya komunitas yang peduli terhadap lingkungan, Arif berharap akan ada lagi komunitas-komunitas yang peduli akan sungai dan komunitas hadir dalam setiap sungai.

Ada Cah kali, Komunitas Peduli Sungai, Perdes, Srikandi Sungai Buntalan, Bank Sampah, Senja Nikmati Japili, Jagoan Pinggir Kali, Bendo merupakan komunitas yang sering ikut dalam kegiatan Sekolah Sungai.

“Harapannya semoga di tiap-tiap sungai akan ada komunitas, biar masyarakat lebih paham akan pentingnya lingkungan dan cara merawat lingkungan,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan rasa bangganya, karena komunitas peduli sungai dan sekolah sungai di Klaten selain mengajak masyarakat menjaga sungai dari sampah, juga mampu turut serta menggerakkan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut Ganjar menerangkan, kegiatan sekolah sungai dan komunitas sungai di Klaten telah menjadi pembicaraan nasional. Banyak daerah yang ingin belajar ke Klaten terkait pengelolaan sungai.

“Saya akan dampingi ini sampai kapanpun. Mari kita tularkan hal baik ini kepada masyarakat luas, agar semakin banyak lagi orang peduli kepada lingkungan,” tandasnya.

Berita Lainnya