Tutwuri.id
News and Edutainment

Fakta Menarik SMP Kawasan di Kota Surabaya

Tutwuri.id – Kota Surabaya memiliki SMP kawasan yang tersebar di lima wilayah. Total ada 11 SMP kawasan yang sudah eksis hingga saat ini. Sekolah kawasan diharapkan menjadi role model bagi sekolah-sekolah sekitar dalam proses peningkatan mutu pendidikan.

Di Wilayah Selatan Surabaya ada SMPN 12 dan SMPN 22 yang ditunjuk menjadi sekolah kawasan. Wilayah Timur ada SMPN 19 dan SMPN 35, Wilayah Pusat ada SMPN 1, SMPN 3, dan SMPN 6. Kemudian Wilayah Surabaya Barat ada SMPN 25 dan SMPN 26, kemudian Wilayah Utara ada SMPN 2 dan SMPN 15.

Dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memiliki cara tersendiri untuk menyaring siswa yang akan masuk ke sekolah kawasan. Selain menyaring siswa melalui nilai Ujian Sekolah (US) SD, juga digelar Tes Potensi Akademik (TPA). Masing-masing komponen penilaian mempunyai bobot tersendiri.

Di sisi lain, ada fakta menarik yang harus diketahui oleh calon siswa yang ingin masuk ke beberapa SMP kawasan. Dengan demikian, sekolah kawasan memang layak diperjuangkan oleh orang tua atau siswa yang ingin bersekolah di sana.

1. Kantin Apung

Siapa pernah mendengar tentang Kantin Apung? Ya, Kantin Apung berada di SMPN 26 Kota Surabaya. Sekolah yang berada di Jl. Raya Banjarsugihan No 21 ini memang memiliki daya tarik tersendiri karena keberadaan kantin apungnya. Kantin sudah bebas sampah plastik dan menerapkan konsep reuse, reduce, dan recycle (3R).

Kantin yang terletak di belakang lokasi sekolah ditata sedemikan rupa, penggunaan kayu jati mendominasi bahan bangunan yang digunakan. Di sisi kanan kiri tampak tanaman bunga turut memperindah Kantin Apung, sehingga kesan ramah lingkungan melekat di sana.

2. Toilet Bersih

Toilet bersih di sekolah-sekolah ini sempat viral beberapa waktu lalu. Toilet bersih berada di SMPN 1 dan SMPN 3 Kota Surabaya yang merupakan sekolah kawasan wilayah pusat. Di SMPN 1, toilet dibuat dengan dinding granit yang membuat betah. Selain itu, toilet berbau wangi seperti di hotel dan mal.

Toilet bersih dan harum membuat siswa nyaman. (Foto: Istimewa)

3. Rooftop Hidroponik

SMPN 3 Surabaya dikenal juga sebagai sekolah yang berhasil mengembangkan school farming dengan metode hidroponik. Salah satunya adalah rooftop hidroponik. Rooftop hidroponik menempati lahan di atap sekolah seluas 8×12 meter. Sistem penanamannya mengadopsi teknik NFT atau Nutrient Film Technique. Dibanding sistem hidroponik lainnya, pipa NFT lebih dangkal sehingga akar tanaman lebih mudah teraliri air dan memperoleh cukup nutrisi serta oksigen. Selain sawi pakcoy juga ada seledri dan daun mint yang menempati hidroponik vertikal.

Rooftop hidroponik SMPN 3 Surabaya mengajari siswa untuk produktif dengan lahan terbatas. (Foto: Istimewa)

4. Seni Budaya Angklung dan Kolintang

Sekolah-sekolah di Surabaya punya keunggulan di bidangnya masing-masing.  Tidak semua anak harus nilai matematika atau bahasa indonesianya 100 tapi juga harus perlu memperhatikan bakat dan potensi yang dimiliki masing-masing siswa.

Salah satu contohnya ada di SMPN 22 Surabaya. Sekolah yang terletak di dekat Masjid Agung Surabaya ini memiliki ekstrakurikuler angklung dan kolintang.

Peminat seni budaya angklung dan kolintang ini cukup banyak tersebar mulai kelas 7, 8, dan 9. Bahkan tak jarang ekstrakuriler ini memborong penghargaan dalam berbagai lomba seni budaya.

Sekolah-sekolah di Surabaya punya keunggulan di bidangnya masing-masing, salah satunya angklung dan kolintang. (Foto: Istimewa)

5. Olah Raga Basket

Tidak hanya di bidang akademis, pengembangan bakat siswa juga dilakukan dalam bidang non akademis, salah satunya yakni melalui olah raga basket. Sebagai salah satu sekolah kawasan yang terletak di daerah Ngagel Surabaya, SMPN 12 mampu mengembangkan olah raga basket sebagai sebuah kejuaraan antar SMP.

Kompetisi basket yang biasa disebut dengan “Rholas Cup” ini  diselenggarakan untuk memperingati hari ulang tahun SMPN 12. Selain itu, kompetisi ini sebagai ajang bagi anak-anak SMP untuk mengekspresikan bakat dan minat di bidang olahraga basket.

SMPN 12 mampu mengembangkan olah raga basket sebagai sebuah kejuaraan antar SMP. (Foto: Istimewa)
Berita Lainnya