Tutwuri.id
News and Edutainment

Siswa SMPN 23 Surabaya Diundang Ikuti Wisata Arsip

Tutwuri.id – Kesan negatif muncul jika seseorang mendengar kata arsip. Pikiran tertuju pada seonggok dokumen berdebu yang bisa mengakibatkan bersin-bersin. Namun, di tangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur menjadi berbeda, arsip menjadi sesuatu yang menarik. Arsip-arsip, termasuk foto-foto bersejarah, ditata dengan sedemikian rupa di lobi dan kamar penyimpanan arsip, ditonjolkan sisi artistik, sehingga arsip menjadi tujuan wisata yang mengasyikkan.

Selasa (16/04/2019), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur mengundang sejumlah 25 siswa SMPN 23 Surabaya dan satu guru pendamping untuk berkunjung ke Galeri Waras, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur di  Jalan Jagir Wonokromo 350, Surabaya. Para siswa diberikan kesempatan untuk melihat arsip-arsip yang tersimpan dan tertata rapi, baik arsip tertulis maupun  visual.

Isnat, Fasilitator Waras Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, menjelaskan dalam paparannya bahwa arsip merupakan sarana menyelamatkan memori kolektif bangsa, menjadi alat bukti sah di pengadilan dan memiliki peranan penting dalam penyelesaian perkara hukum. Arsip bersifat autentik dan terpercaya berperan terwujudnya memori kolektif bangsa melalui penyelenggaraan pemerintah yang baik dan bersih dalam kerangka NKRI.

Siswa SMPN 23 Surabaya menyaksikan langsung makam Dr. Soetomo. (Foto: Ali)

Lanjutnya, galeri dibagi tiga kelompok, pertama Jawa Timur sebelum 1945. Pengunjung dapat melihat foto dan arsip yang dikemas dalam sarana visualisasi banner dan showcase, yaitu arsip dan buku masa Hindia Belanda, dan foto Jawa Timur tempo dulu. Kelompok kedua, Jawa Timur Masa Revolusi Kemerdekaan 1945 – 1949, arsip Jawa Timur pada masa perang mempertahankan kemerdekaan, termasuk arsip tulisan tangan para pelaku pertempuran Surabaya. Sedangkan kelompok ketiga adalah  Jawa Timur Membangun, yaitu informasi perjalanan pemerintah dan rakyat Jawa Timur dari tahun 1950 hingga sekarang.

“Galeri Waras mengedepankan unsur edukatif, inspiratif, dan rekreatif, dengan tujuan meningkatkan wawasan kesejarahan, nasionalisme, membangun jati diri, dan karakter bangsa melalui arsip,” pungkas Isnat.

Selain kunjungan ke kantor arsip, yang paling menyenangkan bagi para siswa adalah berkeliling Surabaya dengan bus wisata arsip. Bagian depan dan belakang bus itu dibentuk seperti gerbong trem kuno sebagai upaya membangkitkan kenangan bahwa pada masa lalu ada trem yang berlalu-lalang di Surabaya. Rute kunjungan tersebut dimulai dari Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Jalan Jagir Wonokromo. Ditemani pemandu, bus singgah di Museum Surabaya dan Dr. Soetomo.

Queeni Inez Kenar Apsari, Kelas VIII-F, mengatakan bahwa dengan diberikan kesempatan berkunjung ke Galeri Waras para siswa mendapatkan wawasan baru. Yang paling menarik dapat melihat sejarah perjuangan bangsa sehingga menumbuhkan rasa nasionalisme.

“Senang sekali dapat melihat potret Presiden Pertama, Bung Karno, di samping potret perkembangan pemerintah Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, dan sejarah Dr. Soetomo,” ujar Quueni. (ali/dwi)

Berita Lainnya